PANGANDARAN — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meresmikan Monumen Panser Saladin yang berlokasi di Bundaran Alun-Alun Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). Peresmian monumen ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menghadirkan ruang publik bernilai sejarah dan edukasi guna menumbuhkan semangat nasionalisme serta kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara.
Monumen yang menampilkan kendaraan tempur Panser Saladin—salah satu alutsista bersejarah TNI—ditempatkan di kawasan strategis Alun-Alun Cijulang. Lokasi tersebut dipilih agar mudah diakses oleh masyarakat luas serta pengguna jalan, sekaligus memperkuat fungsi ruang publik sebagai sarana edukasi sejarah pertahanan negara.
Keberadaan Monumen Panser Saladin diharapkan dapat memperkaya wajah kawasan perkotaan Cijulang, sekaligus menjadi media pengenalan sejarah alutsista TNI kepada masyarakat. Monumen ini juga merepresentasikan perjalanan panjang pengabdian TNI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pembangunan monumen tersebut mendapat sambutan positif dan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Selain berfungsi sebagai penanda kawasan (landmark), monumen ini dinilai memiliki potensi besar sebagai daya tarik baru wilayah Cijulang serta penguat identitas daerah, khususnya karena letaknya berada di jalur utama menuju kawasan wisata Batukaras yang dikenal secara nasional.
Kehadiran Monumen Panser Saladin menegaskan komitmen TNI dalam menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai sejarah pertahanan negara kepada generasi penerus. Monumen ini menjadi simbol pengabdian prajurit TNI sekaligus wahana edukasi sejarah di ruang publik, yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran nasional, rasa bangga terhadap TNI, serta memperkuat kedekatan antara TNI dan rakyat dalam perjalanan panjang bangsa Indonesia.
Autentikasi:
Kabidpenum Puspen TNI
Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi
#tniprima
#tnirakyat
#indonesiamaju
#tnisiagabencana








