Aceh Tenggara – Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, M.M. menghadiri peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar di Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Setda Aceh Tenggara, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tenggara, unsur Forkopimda, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Aceh Tenggara, serta pelajar dan guru di bawah naungan Kementerian Agama Aceh Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Tenggara membacakan sambutannya sekaligus menyampaikan pesan penting terkait peran strategis Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
“Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk refleksi dan evaluasi terhadap pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara, khususnya dalam membangun kehidupan keagamaan yang rukun, moderat, dan berkeadilan di Kabupaten Aceh Tenggara,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran sentral dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, serta persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, seluruh jajaran Kementerian Agama dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan publik.
“Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam memperkuat moderasi beragama serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Seluruh jajaran harus terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Pada momentum HAB ke-80 tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga menyerahkan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Aceh Tenggara yang telah mengabdi selama 10 tahun dan 20 tahun.
Bupati H. M. Salim Fakhry, M.M. menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi serta loyalitas para ASN dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada negara.
“Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas masa pengabdian, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral untuk terus menjaga etika, memberikan keteladanan, serta mengabdi dengan penuh keikhlasan,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan pelayanan keagamaan.
“Pemerintah daerah akan terus mendukung program-program Kementerian Agama, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan keagamaan, demi mewujudkan masyarakat Aceh Tenggara yang religius, harmonis, dan berdaya saing,” tutup Bupati.
(Red)








