Surabaya-Sejumlah pengurus organisasi masyarakat (Ormas) Madura Asli Daerah Anak Serumpun atau dikenal dengan nama MADAS Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Timur, bmendatangi Sekretariat Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) di Jalan Jaksa Agung Suprapto nomor 21 Surabaya, pada Senin siang, 8 Desember 2025. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kiki Kurniawan selaku Ketua AWS.
Dari DPD MADAS Jawa Timur, beberapa pengurus yang hadir diantaranya I Gede Ardika (Sekretaris), Dodik Firmansyah dan Sukardi (Biro Hukum), Rahmad Tulloh (Ketua DPC MADAS Surabaya), dan sejumlah pengurus MADAS.
Maksud kehadiran DPD Madas Jawa Timur ke Sekretariat Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) untuk memenuhi undangan sekaligus mengklarifikasi terjadinya hiruk pikuk yang terjadi di Kota Surabaya belakangan ini, yang mencatut nama MADAS sebagai organisasi masyarakat yang terdaftar resmi di Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum Republik Indonesia. Salah satunya ialah aksi unjuk rasa di Polda Jawa Timur (Jatim) pada Jumat (5/12/2025), yang salah satu pendemo melontarkan kalimat melumpuhkan Kota Surabaya.
Kiki Kurniawan selaku Ketua Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) menyatakan aapapun organisasi yang hadir di Surabaya, yang penting berazaskan kekeluargaan sebagaimana digenggam oleh Pancasila, yaitu Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Mangrwa.
“Dalam Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, meskipun ada keberagaman (bhinneka), kita tetap satu (tunggal ika), dan hanya ada satu kebenaran (tan hana dharma mangrwa),” kata Kiki Kurniawan.
Untuk diketahui, terdapat ormas yang membawa nama MADAS. Yaitu MADAS Nusantara, MADAS Anak Serumpun, dan MADAS Sedarah (Madura Asli Sedarah). Terkait 3 nama MADAS tersebut, Kiki Kurniawan menyarankan agar ketiganya bisa dibedakan dengan atribut dan diperkuat dengan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).








