Banyuwangi – Komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas kekerasan kembali ditegaskan melalui kegiatan sosialisasi TPPK dan Edukasi Anti-Bullying di SD Negeri 1 Kedayunan, Sabtu (22/11/2025). Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi antusias 117 siswa yang mengikuti penyuluhan mulai pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda internal sekolah, namun turut melibatkan aparat kewilayahan sebagai garda depan pembinaan masyarakat. Babinsa Serda Okto Hetharia dan Bhabinkamtibmas Aiptu Yudi Agung Susianto hadir langsung memberikan pemahaman tentang bahaya perundungan, kedisiplinan, serta pentingnya keberanian siswa dalam melapor bila menjadi saksi maupun korban kekerasan.
Babinsa Tekankan Disiplin dan Keberanian Melapor
Dalam penyampaiannya, Serda Okto Hetharia menegaskan bahwa tindakan intimidasi sekecil apa pun harus dihentikan. Ia mengajak siswa untuk saling melindungi dan tidak ragu melapor kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang. Kehadiran Babinsa di tengah siswa menjadi daya tarik tersendiri, membuat penyampaian materi lebih hidup dan mudah diterima.
Bhabinkamtibmas Dorong Lingkungan Sekolah yang Aman
Sementara itu, Aiptu Yudi Agung Susianto menyoroti peran keamanan sekolah sebagai fondasi proses belajar yang sehat. Ia memberikan contoh nyata bentuk kekerasan verbal maupun fisik, serta bagaimana pihak kepolisian siap mendampingi penanganan kasus jika terjadi tindak kekerasan di lingkungan pendidikan. Penjelasannya memicu interaksi aktif dari para siswa, yang tampak antusias menjawab pertanyaan dan berdiskusi.
Sekolah Tegaskan Komitmen Pencegahan Kekerasan
Kepala Sekolah SDN 1 Kedayunan, Siti Rahayuningsih, S.Pd, membuka kegiatan dengan menekankan bahwa pencegahan kekerasan bukan hanya tugas sekolah, tetapi kolaborasi antara guru, orang tua, dan aparat terkait. Ia berharap siswa semakin memahami batasan perilaku serta dampak serius bullying terhadap psikologis dan masa depan anak.
Seluruh guru turut mendampingi jalannya sosialisasi, termasuk simulasi tindakan saat menghadapi perundungan. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami langkah tepat ketika berada dalam situasi tidak aman.
Wujud Sinergi TNI–Polri dan Sekolah
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi bukti sinergi TNI–Polri dalam mendukung pendidikan ramah anak. Keduanya tidak hanya memberikan materi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan siswa, menumbuhkan rasa percaya diri dan keamanan di lingkungan sekolah.
Kegiatan berlangsung tertib hingga menjelang siang dan ditutup dengan pesan bersama untuk menciptakan budaya saling menghargai, tanpa kekerasan, serta menjadikan SDN 1 Kedayunan sebagai zona aman bagi seluruh peserta didik.
Dengan penyuluhan ini, sekolah berharap terbentuk karakter siswa yang berani, disiplin, dan saling menghormati—sekaligus memperkuat langkah pencegahan kasus bullying di Banyuwangi.
(Red)








