Tuban, Ahad pagi (7/8/2025) – Yayasan Bina Insan Kamil (YABIKA), berselimut sholawat. Para guru, murid, orang tua, dan tokoh masyarakat menyatu dalam satu irama. Bersho kepada Nabi Muhammad ﷺ. Mereka berharap rahmat Alloh Ta’ala turun. Dibarengi dengan syafa’at Sayyidina Muhammad sholalloh alaihi was salam. Yabika Tuban terrasa damai di tengah bangsa Indonesia yang sedang digoncang anarko sehingga ada gaduh di lima hari akhir Agustus 2025.
Imam Mawardi Ridlwan, Ketua Umum Yabika Tuban yang juga dapat amanah sebagai pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur, menuturkan:
“Pendidikan di Yabika Tuban bukan hanya melejitkan kecerdasan akad. Namun mengimbangi pendidikan nilai-nilai ilahi. Kami lejitkan murid dengan kecerdasan akademik dibarengi dengan dzikir. Para murid duajarkan wirid. Diantaranya mengamalkan sholawat.”
Setiap hari, murid-murid Yabika Tuban membaca Istighosah Dzikir Jama’i. Di dakamnaymembaca sholawat minimal 40 kali. Dalam istighosah dzikir jama’i ada sholawat.
Di samping itu para murid dan guru mengamalkanusholawat taisir. Dalam diam mereka yang penuh harap. Semua berharap syafa’at nabi kita Sayyidina Muhammad sholalloh alaihi was salam.
Muhammad Asrofi, Kepala Kesekretariatan Yabika Tuban, menyebut tema tahun ini: “Mahabbah untuk Raih Syafa’at.” Tema yang sederhana, tapi dalam. Karena di zaman ini, cinta kepada Nabi bukan hanya soal sejarah. Tapi soal arah. Dan amalan serta mentaulaadni.
Abah Imam lebih lanjut untuk menghantarkan mahabbah nabi dihadirkan Munsyid Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani, KH. Nashir Mansur Idris dari Jakarta.
“Kyai Nashir hadlir bukan untuk menghibur. Namun kehadlirannya untuk membawa ruh kita cinta pada Nabi Muhammad sholalloh alaihi was salam. Bahwa keselamatan kita tergantung seberapa kuat mahabbah kita kepada pemberi syafa’at.”
KH. Nashir Mansur Idris dalam taujihnya menegaskan bahwa Nabi kita Sayyidina Muhammad sholalloh alaihi was salam mengajarkan kedamaian. Beliau tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi pemberontakkan. Kita bersholawat untuk mendapatkan tauladan dan adab dari Rasulullah sholalloh alaihi was salam. Dan kita berdoa semoga negeri ini dijaga oleh Alloh Ta’ala. Dan berkah Majlis Maulid untuk kesholihan putra-putri kita.

“Seseorang yang telah hadlir di Majlis Maulid kita akan mendapatkan keagungan akhlak Nabi Muhammad sholalloh alaihi was salam. Dan saat mengikuti maulid maka akan dihapuskan peceklik. Dan sekaligus dijauhkan dari wabah,” tegas Yai Nashir.
Yabika bersholawat dihadiri oleh KH. Romly Yahya, Ketua Dewan Pembina Yabika, seluruh pengurus yayasan, perwakilan Koramil Tuban, Polres Tuban dan Ketua PPDI Jawa Timur serta para guru Yabika.
Dan di Yabika Tuban, pagi penuh dengan lantunan sholawat. Bahwa di tengah dunia yang sibuk mengejar dunia, masih ada tempat yang sibuk mengejar akhirat. Dengan sholawat. Dengan mahabbah. Dengan harapan yang mengetuk pintu langit.
“Kalau kita tidak punya cinta, bagaimana kita bisa berharap syafa’at?” tutup Abah Imam







