Lubuklinggau – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, terus meningkat terutama pada musim penghujan. Hingga Agustus 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 249 kasus DBD yang menyerang masyarakat.
Plt Kepala Dinkes Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi, menyampaikan bahwa lonjakan signifikan terjadi pada bulan Mei dengan 33 kasus. Sementara data 10 puskesmas menunjukkan, kasus tertinggi pada Juli tercatat di Puskesmas Megang (8 kasus) dan Puskesmas Citra Medika (7 kasus).
“Hal ini menempatkan Kecamatan Lubuklinggau Selatan II sebagai wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 57 kasus. Sedangkan terendah di Kecamatan Lubuklinggau Barat I dengan 7 kasus,” jelas Erwin, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, meningkatnya kasus DBD disebabkan perubahan cuaca yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebab DBD. Untuk itu, Dinkes terus melakukan sosialisasi dan pemberantasan sarang nyamuk.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau melaksanakan gerakan 3M Plus: menguras, menutup, mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta langkah tambahan seperti menggunakan obat nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, hingga memperbaiki saluran air.
“Waspada selalu terhadap DBD. Pencegahan paling efektif adalah menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak bisa berkembang biak,” pungkas Erwin.
(Erwin)








