Kutacane — Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, M.M., membuka secara resmi kegiatan diskusi publik bertema “Penguatan Gerakan Kebajikan Pancasila kepada Masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara” yang digelar di Oproom Setdakab, Kamis (24/7/2025).
Acara yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI dan melibatkan Komisi XIII DPR RI ini turut dihadiri oleh Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, SH, Rektor UGL, para camat, kepala desa, mantan Bupati H. Armen Desky, serta Ketua MPU Aceh Tenggara H. Bukhari.
Dalam sambutannya, Bupati Salim Fakhry menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk penguatan identitas nasional dan perlindungan masyarakat dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman terhadap Pancasila. Saya juga menekankan pentingnya menjaga generasi muda dari penyalahgunaan narkoba dan paham radikal,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah hingga ke tingkat desa untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Madya BPIP RI, Hantoro Purnomo Haji, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembumian Pancasila agar nilai-nilainya tidak sekadar menjadi slogan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata.
“Pancasila adalah identitas nasional. Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila menjadi strategi untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ungkapnya.
Anggota Komisi XIII DPR RI, H. Muslim Ayub, turut menyampaikan bahwa penguatan Pancasila merupakan bagian dari tanggung jawab pembangunan karakter bangsa, khususnya dalam bidang hukum dan hak asasi manusia.
“Kolaborasi antara DPR, BPIP, dan pemerintah daerah sangat penting agar program ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Muslim Ayub.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional BPIP dalam rangka penguatan Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di 100 titik wilayah di seluruh Indonesia.
(Red)








