Tulungagung — Upaya mencerdaskan generasi di daerah terpencil terus dilakukan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Azhaar Tulungagung. Lembaga ini berencana membangun tiga ruang kelas untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahfidz Al Azhaar Ngelo di Dusun Ngelo, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung.
Dusun Ngelo, yang terletak di pesisir selatan Tulungagung, sejak lama dikenal terisolasi. Aksesnya sulit karena terhalang sungai, jalan rusak, dan minim sarana komunikasi. Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan tekad Jaswadi, seorang guru Al Azhaar sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sejak awal 2010 bertugas di SD Negeri Ngelo. Setiap hari, Jaswadi menempuh jarak lebih dari 35 kilometer dari tempat tinggalnya di Beji, Boyolangu.
“Tidak ada sambutan apa pun saat saya pertama kali mengajar di sana. Tidak ada sinyal telepon, hanya ombak pantai selatan yang terdengar,” kenang Jaswadi.
Sejak saat itu, Jaswadi berupaya membawa perubahan. Ia mulai mengirim santri dari Dusun Ngelo untuk belajar di Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung, dengan harapan akan muncul generasi penerus yang siap mengabdi di daerah tersebut.
Selain mengajar, Jaswadi juga menanam pisang di lahan Perhutani untuk menunjang biaya pengabdiannya. “Bagi saya, tugas guru bukan hanya status ASN, tapi ladang amal dan jalan ibadah,” ujarnya.
Pada 2017, KH. M. Ihya Ulumiddin, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain Ngroto Pujon Malang, meresmikan Masjid Al Amir Ringinpitu di Kecamatan Kedungwaru. Saat itu, seorang warga Dusun Ngelo bernama Pak Mar mewakafkan sebidang tanah seluas 18 x 10 meter persegi untuk dikelola Al Azhaar. Meski tak terlalu luas, lahan tersebut menjadi titik awal rencana pembangunan MI Tahfidz Al Azhaar Ngelo.
Seiring pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang mulai membuka akses ke Dusun Ngelo sejak 2024, LPI Al Azhaar Tulungagung semakin bertekad memperkuat dakwah dan pendidikan di wilayah pesisir tersebut. Selain sekolah formal, Al Azhaar juga aktif membentuk majelis dzikir dan mengajarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah di tengah masyarakat Ngelo.
LPI Al Azhaar Tulungagung kini mengajak para dermawan untuk berpartisipasi dalam pembangunan MI Tahfidz Al Azhaar Ngelo, baik dalam bentuk donasi bahan bangunan seperti pasir, semen, besi, kayu, maupun bata ringan.
“Jariyah ini menjadi investasi abadi. Pahala terus mengalir meski dunia berganti,” ujar Kepala Direktorat Humas LPI Al Azhaar Tulungagung, Heru Syaifuddin.
Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, dapat menghubungi Heru Syaifuddin di nomor 0852-3559-1623. Laporan progres pembangunan akan disampaikan secara rutin kepada para donatur.
(Red)







