Serang – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kreasi UNMA Banten mengeluarkan pernyataan resmi terkait polemik internal kampus yang melibatkan mereka dengan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Ekom UNMA Banten. Dalam klarifikasi tersebut, UKM Kreasi menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan konflik organisasi melalui budaya musyawarah yang demokratis dan berkeadaban.
Ketua Umum UKM Kreasi, Ruli, menyampaikan apresiasi terhadap penyelesaian masalah yang telah dicapai melalui forum musyawarah. “Hormat dari kami UKM Kreasi UNMA untuk mengapresiasi sebuah kesadaran secara bijak, dewasa, dan demokratis—yakni hasil dari musyawarah yang dijadikan jalan penyelesaian masalah hingga berujung pada pernyataan hukum yang disepakati bersama,” ujarnya.
Namun, UKM Kreasi menyoroti berkembangnya isu yang dinilai menyimpang dari kesepakatan bersama dan fakta lapangan. Mereka mempertanyakan adanya pihak tertentu yang diduga memanfaatkan situasi untuk menggiring opini sepihak. Ruli menegaskan bahwa ruang musyawarah seharusnya tidak dikaburkan oleh narasi provokatif yang disebarkan di luar forum resmi.

Polemik ini bermula dari temuan pada 19 Mei 2025 terkait penggunaan fasilitas kampus oleh LMND tanpa pemberitahuan resmi. UKM Kreasi kemudian meminta klarifikasi dan kelengkapan administrasi sesuai prosedur kampus. Sayangnya, respons dari pihak terkait dinilai tidak menjawab substansi perizinan.
Meski demikian, kedua pihak telah mencapai kesepakatan melalui forum musyawarah yang menghasilkan berita acara resmi. UKM Kreasi menilai penyelesaian tersebut sebagai komitmen untuk menjaga tata kelola organisasi yang sehat dan saling menghargai.
Terkait tuduhan yang mencuat di media sosial, UKM Kreasi menyatakan kekecewaannya terhadap narasi yang dibangun oleh salah satu anggota LMND, Saepul. Menurut mereka, Saepul sempat menyatakan tidak ada tindakan kekerasan dalam forum musyawarah, namun kemudian menyampaikan klaim berbeda di media sosial. “Mengapa kemudian beliau mengeluarkan penjelasan seolah-olah dirinya dikeroyok?” tanya Ruli dalam pernyataannya.
UKM Kreasi menegaskan bahwa tuduhan pengeroyokan tidak berdasar dan tidak sesuai kenyataan. Mereka menolak dicitrakan sebagai organisasi kekerasan. “Kami tegaskan, UKM Kreasi bukan UKM preman. Kami adalah UKM kesenian yang menjunjung tinggi nilai-nilai kelembutan hati, toleransi, dan penyelesaian masalah melalui jalan damai,” tegas Ruli.
Sebagai penutup, UKM Kreasi mengajak seluruh mahasiswa UNMA Banten untuk menahan diri dari provokasi dan menjadikan forum resmi sebagai satu-satunya wadah penyelesaian persoalan. “Perbedaan seharusnya dikelola, bukan diledakkan menjadi konflik berkepanjangan,” tutupnya.
(Red)







