Tulungagung – Proses pencarian dua korban terseret arus air bah di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung mulai membuahkan hasil. Salah satu korban, Eti Puspitasari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh seorang warga di Waduk Wonorejo, Rabu (21/5/2025). Sementara sang anak, Najma Herra Ramadhani, siswi MI Unggulan Pagerwojo, masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (19/5/2025) sekitar pukul 15.00 WIB saat Eti tengah menjemput putrinya pulang dari madrasah menggunakan sepeda motor. Diduga kuat, keduanya terseret derasnya arus air bercampur lumpur akibat luapan saluran gorong-gorong yang tersumbat material kayu dari pegunungan.
“Korban ditemukan seorang warga yang tengah berada di sekitar waduk. Jasad kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka,” ujar Kepala Desa Samar, Rubik.

Sebelumnya, sepeda motor yang ditumpangi korban ditemukan dalam kondisi tertindih tumpukan kayu di aliran sungai yang cukup jauh dari titik awal kejadian. Jas hujan milik korban juga ditemukan terpisah dari lokasi tersebut.
Wakil Kepala MI Unggulan Pagerwojo, Jaswadi, menyatakan duka mendalam atas musibah yang menimpa salah satu wali muridnya. “Kami terus berdoa agar ananda Najma segera ditemukan. Proses pencarian dilanjutkan hari ini oleh Tim SAR gabungan bersama relawan dan warga,” jelasnya.
Mantan Kepala MI Unggulan Pagerwojo, Purwo Adi, turut hadir di rumah duka dan mengenang almarhumah sebagai sosok ibu yang penuh dedikasi terhadap pendidikan anak. “Bu Eti selalu mengantar Najma menempuh perjalanan sejauh 15 km setiap hari. Saat menunggu, beliau biasa muroja’ah Al-Qur’an,” kenangnya.
Para guru dan murid MI Unggulan Pagerwojo masih berharap keajaiban dan memohon doa dari seluruh masyarakat agar Najma segera ditemukan dalam keadaan selamat.
(Red)








