Musi Rawas Utara – Gua Napalicin di Ulu Sungai Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, menyimpan banyak cerita rakyat yang berkembang secara turun-temurun. Salah satu kisah yang paling dikenal adalah legenda tentang sebuah kapal besar yang terdampar dan akhirnya berubah menjadi batu.
Berdasarkan cerita masyarakat setempat, gua ini memiliki ruang-ruang bertingkat yang seakan menunjukkan tanda-tanda pernah dihuni. Di lantai satu, terdapat formasi batuan yang menyerupai pemandian dengan bak air. Ada pula relief berbentuk bulir padi besar, kucing raksasa, serta dua sosok manusia yang membawa baskom di atas kepala dengan cucuran air yang telah membatu akibat menyatunya stalaktit dan stalagmit.

Di lantai dua, terdapat ruang berbentuk kubah, sementara lantai lima memiliki formasi batu yang menyerupai tiga orang sedang shalat dan tempat beristirahat. Di bagian bawah gua, terdapat batuan berwarna kuning keemasan, meskipun bukan emas. Beberapa orang memperkirakan warna ini terbentuk akibat bias sinar matahari selama ratusan hingga ribuan tahun.
Legenda Si Pahit Lidah
Dalam cerita rakyat, gua ini diyakini sebagai kapal yang terdampar di masa lalu. Konon, seorang pengembara yang dikenal sebagai Si Pahit Lidah melihat kapal tersebut dan berusaha menaikinya. Namun, setelah gagal, ia menyumpahi kapal itu menjadi batu, dan sumpahnya menjadi kenyataan. Hingga kini, Gua Napalicin dipercaya sebagai wujud dari kapal yang membatu.
Legenda ini merupakan bagian dari budaya masyarakat dan sering diwariskan secara turun-temurun. Meski masih menjadi perdebatan antara fakta sejarah atau mitos, kisah ini tetap menarik untuk ditelusuri.
Jejak Tambang Emas dan Pengaruh Belanda
Selain kisah legenda, gua ini juga dikaitkan dengan keberadaan tambang emas pada masa penjajahan Belanda. Diketahui bahwa wilayah ini dahulu ramai oleh aktivitas Belanda, bahkan terdapat kompleks perumahan bagi para pekerja tambang. Namun, sejak sekitar 25 tahun yang lalu, aktivitas tersebut telah ditinggalkan, menyisakan jejak sejarah yang menarik untuk ditelusuri.
Bagi pecinta petualangan, Gua Napalicin menawarkan pengalaman yang unik. Selain menikmati keindahan gua dan keunikan formasi batunya, pengunjung juga bisa menantang diri dengan mendaki ke puncak gua untuk menikmati pemandangan desa dan alam sekitarnya.
(Erwin – Kaperwil Sumsel, Lubuklinggau, Musi Rawas Utara)








