Surabaya – Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LD PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029 menetapkan Pesantren Mualaf sebagai salah satu program unggulannya. Program ini bertujuan memberikan bimbingan dan pendampingan bagi para mualaf, khususnya dalam pembinaan keagamaan dan pendampingan hidup.
Ketua LD PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Syukron Djazilan Badri, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk khidmat PWNU kepada para mualaf agar mereka dapat lebih mudah beradaptasi dalam lingkungan jam’iyah Nahdliyah serta menjalankan ibadah dengan baik. “Saudara kita yang mualaf perlu didampingi agar cepat beradaptasi dan memahami nilai-nilai Islam Aswaja An Nahdliyah. Pesantren Mualaf ini akan menjadi wadah bagi mereka untuk berkumpul dan mengaji,” ujar Abah Syukron, Selasa (4/2/2025).
Program ini telah mendapat persetujuan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PWNU Jawa Timur pada Jumat (24/1/2025) dan langsung dicanangkan oleh LD PWNU Jatim. Peresmian program akan ditandai dengan acara tumpengan pada Selasa (11/2/2025) di Kantor PWNU Jawa Timur.
Pada tahap awal, Pesantren Mualaf akan berpusat di Kantor LD PWNU Jawa Timur yang berada di kompleks Kantor PWNU Jatim. Ke depan, program ini akan diperluas dengan menggandeng pesantren-pesantren di seluruh Jawa Timur melalui kerja sama dengan LD PCNU se-Jatim.
Pesantren Mualaf ini akan dikelola oleh Ustadz H. Sahlan, M.Pd beserta tim, dengan fokus utama pada pembinaan agama serta pendampingan sosial bagi para mualaf. LD PWNU Jawa Timur juga berencana bekerja sama dengan Lazisnu untuk memberikan bantuan modal bagi para mualaf yang membutuhkan, sesuai dengan program yang ada di Lazisnu.
Dengan hadirnya Pesantren Mualaf, LD PWNU Jawa Timur berharap dapat membantu para mualaf dalam memperdalam pemahaman Islam Aswaja An Nahdliyah serta memberikan dukungan dalam kehidupan mereka.
(Red)








