PURWOREJO — ungkapan duka cita KH. Baihaqi Ishaq asal Purworejo.seusai proses pemakaman almarhum KH Shirojan muniro abdurahman, menyampaikan rasa duka mendalam serta mengenang sosok almarhum merupakan sebagai panutan yang rendah hati.
“Almarhum tidak merasa dan menganggap dirinya itu punya kedudukan atau derajat apapun di dunia ini. Almarhum menyatakan dirinya bukan siapa-siapa. Padahal saya tahu dan menyaksikan bahwa almarhum adalah figur yang kerja keras untuk perjuangan, jasanya sangat besar,”papar Kyai Baihaqi melalui pesan whatsapp
Kyai Baihaqi juga mengatakan bahwa almarhum merupakan figur ulama yang sangat amanah.
“Semua proses perjuangan dijalankan secara amanah, dan dibarengi dengan bersyukur terhadap kebaikan-kebaikan yang telah beliau terima dari para donatur, muhibin, masyarakat dan alumni. Melengkapi perjuangan almarhum, beliau menebarkan kasih sayang. Almarhum mendidik santri seperti putra sendiri, sangat dekat dan akrab dengan semua santri.” Katanya
Bahkan,Di antara keistimewaan almarhum adalah berjuang secara totalitas. Sebagaimana almarhum telah berkhidmat kepada para gurunya yaitu Abuya Assayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki Al Hasani.
Masih menurut Kyai Baihaqi,pernah mendengar langsung dari Kyai Shirojan terkait pengalaman almarhum di saat berkhidmat kepada gurunya, Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki Al Hasani, alm Kyai Shirojan menyatakan dengan tegas.
“ketika saya(alm) berkhidmat memijit Abuya Assayyid Muhammad maka perhatian saya hanya fokus tertuju kepada Abuya walaupun Nabi khindir yang datang saat itu, saya tidak melepaskan fokus saya ke Abuya” Inilah keistimewaan (alm) Kyai Shirojan fokus berkhidmat dakwah.”ungkap KH Baihaqi ishaq.
(Her/Red)








